Articles

Manfaat Berpikir Positif

Posted By Administrator
Saturday, 06 October 2007

Ketika anda terkena serangan jantung, didiagnosa menderita penyakit kronis, atau harus menjalani operasi, sikap anda dapat sangat menentukan kesembuhan anda. Ini bukan omong kosong klise belaka, penelitian menunjukkan bahwa ‘berpikir positif’ benar-benar bermanfaat meski belum diketahui dengan pasti mengapa atau bagaimana hal itu dapat terjadi.

Menurut Donald C. Cole, MD, yang menganalisa 16 penelitian mengenai hubungan antara kepercayaan atau harapan pasien terhadap kesembuhannya dengan hasil yang sesungguhnya, menemukan bukti yang menjelaskan manfaat berpikir positif untuk membantu kesembuhan seseorang bukan merupakan hal yang mudah. Pada 15 dari 16 penelitian tersebut, mereka yang memiliki pandangan positif menunjukkan penyembuhan yang lebih baik.

Cole, peneliti senior pada Institute for Work and Health di Toronto, menyatakan bukti-bukti yang didapat telah cukup kuat untuk menyarankan pasien-pasien dengan sikap negatif mereka yang mengharapkan timbulnya komplikasi, kesulitan untuk kembali bekerja, atau menganggap dirinya tak akan kembali seperti semula sebagai target untuk didukung dan diberi konseling.

"Jelas terdapat bukti bahwa psikolog dapat membantu pasien untuk berpikir tentang hal-hal positif yang dapat mereka harapkan,atau kerjakan, ketimbang memiliki sikap dan pandangan negatif mengenai penyakitnya," ujar Cole. Ia juga menyatakan bahwa pasien yang tidak mendapat dukungan yang memadai dari keluarga maupun rekan-rekannya dapat memanfaatkan kelompok-kelompok pemberi dukungan di daerah masing-masing, seperti kelompok keagamaan, dinas sosial, LSM, dll.

Salah satu alasan mengapa berpikir positif dapat membantu adalah karena hal itu memberi perasaan memiliki kendali atas kesehatan tubuh dan masa depan anda, jelas psikolog klinis Elizabeth Carl, PhD. Dan semakin banyak yang anda ketahui tentang apa yang akan terjadi, anda akan semakin merasa memiliki kontrol atas tubuh anda.

"Jelasnya, rasa takut akan sesuatu yang tidak kita ketahui dapat menimbulkan kecemasan," ujar Carl. Dokter dan perawat juga dapat bekerja sama mengurangi kecemasan pasien dengan mengatakan terus terang pada pasien tentang apa yang dapat dilakukan jika timbul masalah atau komplikasi dan meyakinkan mereka bahwa kondisinya bukan tanpa harapan.

"Berpikir positif juga membantu meningkatkan ketaatan pasien pada rencana perawatan," tambahnya. Kegagalan mematuhi rencana tersebut adalah salah satu penyebab terbesar rendahnya angka penyembuhan. Cole mengatakan masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk menentukan cara paling efektif membantu pasien mendapatkan kerangka berpikir yang positif mengenai kesembuhannya dan mempertahankannya. "Seringkali, hanya dengan perkataan seperti, ‘Anda mungkin mengkhawatirkan banyak hal, tapi apa yang dapat saya bantu?’ dari dokter atau perawat mereka akan merasa jauh lebih baik," tambahnya. "Seringkali hanya itulah yang perlu mereka dengar."

This entry was posted on Saturday, 06 October 2007 and is filed under categories | Motivasi
You can leave a comment or Trackback from your own site


Comments Area (0 Comments)


Leave a Reply

Subject
Name
Email
Website
Comment

Download

Rich & Poor Country , 06 Oct 2007

Who Moved My Cheese , 06 Oct 2007