Articles

Trade In Selling : Senjata Ampuh Meningkatkan Market Share

Posted By Administrator
Saturday, 06 October 2007

Dengan  semakin  ketat  dan  maraknya  dunia  penjualan  dan  persaingan  produk  semakin  keras,  maka  strategi  menjual  tidak  lagi  cukup  hanya  mengandalkan  pendekatan  atas  kekuatan promosi,  Trade  promotion,  Consumer promotion,  Produk  fitur,  Produk  manfaat, hingga  produk  komersial,  tetapi  budaya  ”Trade  In”  sudah  menjadi  trend  didalam  merebut  pilihan  konumen  agar  memebeli  produk  yang  perusahaan  tawarkan.

Pola  menjual  Trade  in  dianggap  sukses,  selain  memberikan keuntungan  bagi kedua-duanya  si  penjual  untung  dengan  produk  barunya, juga  bagi  si  pembelinya  tidak  perlu  repot  dan  susah  untuk  mencari  lawan  pembelinya.  Kalau  pola  Trade  In  untuk  Kendaraan sangatlah  wajar karena  dilakukan oleh  pihak  ketiga  yaitu  para  showroom yang  profesinya  memang  jual  beli selain  mobil /  motor  baru  juga  bekas.

Targisnya  Cara  dan  Pola  sukses  ini  kemudian  juga  berkembang  keproduk-produk   Office  Equpment  sebagai  contoh  kita   ambil  produk mesin Photo Copy  yang  sudah  lebih  dari  15  tahun  yang  lalu  terjadi dan  ini  lebih  Gila  tindak  tanduknya  ketimbang  contoh  diatas   !

Pola  bisnis  Mesin  Photo  copy  selain mengharapkan  keuntungan  dari  Unit  mesinnya,  sebenarnya  yang  lebih  menguntungkan  dan  jangka  panjang  serta  kontinyu  adalah  dari  Consumablenya  (  Toner /  Tinta ), terlebih-lebih  kalau  frequensi  pemakaiannya  tinggi -  bisa bisa  mesin  dijual  harga  pokok  bahkan  hingga  rugipun  bukan  lagi  masalah,  karena  itu  tadi  ingin mengambil  keuntungan  dari  supplies  dan  Consumablenya  yang  lebih  menguntungkan  dan  cara  inipun  sudah  menjalar  di  Mesin  Cetak / Printer.

Dimana  letak  dahsyatnya  pola  Trade  In  untuk  Mesin Photo  Copy  yaitu :
Pertama,  Pola  ini  dilakukan  langsung  oleh  Prinsipal  atau  distributor  resminya,  berbeda dengan  Automotif  yang  dilakukan  oleh  showroom  (pihak ketiga)

Kedua,  Jika  produk  hasil  Trade  in  bukan  satu   merek (misal menjual  Mesin A  dan  Melakukan Trade  In  mesin  B)  maka  mesin  B  ini  nyata-nyata  dihancurkan  menjadi  besi  Kiloan,  Tujuannya  Apa  ?  Tentunya  mengurangi  Populasi  Mesin  B  beredar  dipemakai  sehingga  awareness  mengecil,  bisnis  Consumable   pesaing  terhambat.

Ketiga, Besedia  Menjual  secara  Rugi (kalau  diperlukan)  di unit  mesin  Photo Copynya,  terlebih  produk yang diincar adalah  produk pesaing  dan  frekuensi  pengunaannya  tinggi,  Pelanggan  bidikan  seperti  ini  biasanya  dalam  jumlah  besar akan  mendapat  dukungan  yang  optimal  pula  dari  prinsipal. Kejadian  seperti   inipun tidak  terjadi  di produk automotif.

Cara  menjual dengan  metoda  Trade  In  diakhir-akhir  seperti  ini kemudian merambah dan  diikuti  oleh  banyak  produk  kategori,  bisa  kita  lihat  di iklan-iklan  dengan  tulisan terpampang  besar-besar,   menjual dengan  gaya  Trade  In  ini  sudah  menjamur  seperti  bisa  kita lihat  mulai barang-barang Audio Video  al ; pesawat  TV, VCD  Palyer,  DVD  Player    dan  Radio  Tape, belum  lagi  produk  Home  Appliences al ;  Lemari  Es,  AC, Mesin  Cuci,  Vacum  Cleaner, Kipas Angin,   kategori  produk  elektronik-elektronik   lainnya  seperti  Computer ,  Printer,  Camera , Handycam,   hingga  Hand  Phone,  bahkan  barang  senilai  seratus  ribuan  pun  sudah  melakukan  hal  yang  sama  ,  Kita  bisa  dapatkan  seperti  pembelian  Mouse  computer,  Pena  Tehnik  yang pertama  dibidang  alat  tulispun  sudah melakukannya  sejak  tahun  1999,  Yang  menjadi  Pertanyaan  kita  adalah  apakah  metoda  ini  benar-benar  efeektip  ?    Jawabnya  Ya, selama  kita  dapat  mengetahui  dan  menguasai  prilaku  membeli  konsumen  akan  produk  yang  dibutuhkanya,  karena  kalau  hanya  mengandalakn  metoda  yang  klasik  dan konservatif,  pastilah  pihak  pesaingpun  dapat melakukannya,  Yang perlu  diwaspadai  adalah  bagaimana  struktur  harga  yang  tepat,   disitulah  Kuncinya !!

Perlu  diketahui,  bahwa pola  menjual  dengan  Trade  In  ini   dahulunya untuk  produk-produk  dengan  nilai dan  harga  yang relatif  mahal dan  tanpa  publikasi  yang  gencar,  dilakukan  dengan gaya  garilya,  door  to  door,  sedangkan  sekarang  dilakukan  secara  terbuka,   sehingga  Dimata  Konsumen  cara  seperti  ini   sepertinya  Trend   yang  baru  ada,    sudah  lebih  dari  15  tahun  yang  lalu  produk-produk  Office  Equipment  melakukannya  dan sekarang  melebar  keproduk-produk  Elektronik,  Computer  hingga  ke  produk-produk   Consumer. 

Akhirnya  ini merupakan petanda  bahwa  Trade  In  Selling  ternyata  senjata  yang ampuh  meningkatkan penjualan,  menghambat  pesaing  dan  mendapatkan pelanggan Baru.  Memang  Dahsyat !!!!!!!!!!!!!!!!!

By,
Mindiarto  Djugorahardjo, MBA
Selling & Distribution  Consultant

This entry was posted on Saturday, 06 October 2007 and is filed under categories | Manajemen
You can leave a comment or Trackback from your own site


Comments Area (0 Comments)


Leave a Reply

Subject
Name
Email
Website
Comment

Download

Rich & Poor Country , 06 Oct 2007

Who Moved My Cheese , 06 Oct 2007