Banyak orang masuk ke dalam kehidupan kita, satu demi satu datang dan pergi silih berganti. Ada yang tinggal untuk sementara waktu dan meninggalkan jejak-jejak di dalam hati kita dan tak sedikit yang membuat diri kita berubah.
Seorang profesor yang hari itu mengajar di sebuah fakultas ekonomi, tiba-tiba saja memberikan sebuah tes kepada mahasiswanya. Dia memberikan tiga kategori pertanyaan dan meminta para mahasiswanya untuk memilih salah satu kategori dari setiap bagian tes.
Pada tahun 1958, Frank Dan Carney memulai usaha menjajakan pizza dari toko milik keluarganya. Sasaran mereka saat itu adalah memperoleh uang guna membayar biaya sekolah mereka. Sembilan belas tahun kemudian Frank Carney menjual 3.100 outlet “Pizza Hut” senilai USD 300 juta.
DR. Tony Zeiss, melalui risetnya telah mengidentifikasi karakteristik karyawan atau calon karyawan yang paling diminati. Sikap positif adalah karakteristik yang terpenting. Karyawan yang paling sering dipromosikan umumnya adalah yang berprestasi dan memperlihatkan perilaku yang baik sebagai anggota perusahaan dan berkomitmen terhadap organisasinya.
Pada dasarnya motivasi adalah sebuah dorongan, sedangkan pikiran negatif adalah gravitasi. Yang satu mengangkat anda dan yang lainnya menjatuhkan anda. Sayangnya berpikir negatif itu jauh lebih mudah daripada berpikir positif. Tetapi coba renungkan, “Ketika kita meluncurkan roket ke ruang angkasa, dibutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk meluncurkannya pada sekian ribu kilometer pertama ketimbang kebutuhan bahan bakar untuk menyelesaikan sisa perjalanan menuju bulan.
Didalam suatu organisasi yang mempekerjakan misal 100 orang, diperkirakan ada sekitar 8 orang diantaranya yang kurang berprestasi dan ada sekitar 6 orang Superstar yang produktivitasnya 8 kali lipat dibandingkan dengan 86 sisanya.
Pagi itu nyaris saja saya terlambat memasukkan kartu absensi ke clock-card tapi beruntung masih kurang 5 menit dan tidak ‘merah’. Meski halaman parkir sudah ada beberapa mobil dan motor tapi di lantai 17 tempat saya bekerja masih terasa sepi karena hanya ada kira-kira sepertiga dari biasanya. Nampak beberapa payung basah terbuka untuk dikeringkan.
Sebut saja koh Aseng seorang pengusaha sukses di bidang bahan bangunan di Yogyakarta yang tak pernah membiarkan ke-lima orang putra-putrinya menikmati bangku universitas, maka ketika salah satu putrinya nekad meraih gelar Insinyur Teknik Sipil malah dimusuhi. Apa yang terjadi dengan putra-putrinya yang rata-rata hanya lulusan SMU ? Bagi mereka telah tersedia sebuah toko bahan bangunan lengkap dengan isi dan modalnya. “Buat apa sekolah tinggi-tinggi, wong bapakmu ini SD saja nggak lulus tapi bisa kaya” katanya berkobar-kobar seolah nggak mau kalah dengan isi artikel “Kalau ingin kaya, ngapain sekolah !?” tulisan Purdi E. Chandra.
Starting and growing your own business requires many skills to be successful. Take a look at the business personality types and find out what you need to succeed. Are you Bill Gates, a Visionary, or an Improver like Body Shop founder, Anita Roddick?
Emotional Quotient (EQ) adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan. Selain itu EQ membuat Anda mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen. Makanya, orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik.