Ketika anda terkena serangan jantung, didiagnosa menderita penyakit kronis, atau harus menjalani operasi, sikap anda dapat sangat menentukan kesembuhan anda. Ini bukan omong kosong klise belaka, penelitian menunjukkan bahwa ‘berpikir positif’ benar-benar bermanfaat meski belum diketahui dengan pasti mengapa atau bagaimana hal itu dapat terjadi.
"Why Some Companies Make the Leap... and Others Don’t"
Jim Collins, co-author of ‘Built to Last’
Random House Business Books, London
300 pages
Apa pendapat anda tentang "waktu", suatu anugerah atau justru pengekang hidup?
Tuhan menganugerahi waktu 24 jam sehari bagi setiap orang untuk beraktivitas dan menikmati hidup. Sudah cukupkah ? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu, bahkan seolah-olah hidup kita begitu dikendalikan oleh waktu ?
Sebuah ulasan yang menarik pada edisi 8 Februari 2002 di harian ini, di halaman depan, tentang wakil rakyat yang enggan turun ke wilayah yang dilanda bencana banjir. Ketika banjir melanda Jakarta, dan ketika masyarakat kedinginan dan perut kelaparan karena banjir, kita melihat betapa angkuhnya para politisi dan pemimpin kita tersebut yang bergeming sekalipun rakyatnya menderita akibat bencana banjir. Bahkan dikatakan bahwa rakyat harus kembali mengurut dada menelan kekecewaan, ketika ada komentar wakil rakyat yang dengan masa bodoh mengatakan, “Musibah banjir bukan hanya di Jakarta atau di Indonesia saja. Di luar negeripun ada banjir.”
Apakah semua orang dapat menjadi pemimpin? Benarkah keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi ditentukan oleh siapa leader di perusahaan tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seakan dianggap sebagai pembenaran bahwa pemimpin (leader) adalah orang yang paling berperan dalam menentukan hidup atau mati suatu perusahaan, organisasi atau bahkan negara.
Chris Widener dalam bukunya berjudul: "Character Traits of Extraordinary Leaders" sebagaimana dikutip rekan kantor e-newsletter mengurai ciri-ciri pemimpin luar biasa. Sebagai pimpinan Anda tentu ingin mengetahuinya.
Dijaman yang perubahan begitu cepat, saat ini boleh dikatakan tidak ada pekerjaan yang aman. Orang sering tidak sadar atau lebih parah tidak peduli bahwa sewaktu-waktu pekerjaannya bisa hilang atau sumber incomenya bisa habis mendadak.